Kenapa Polusi Udara Bisa Berkaitan dengan Skor Kalsium Jantung?
Polusi udara ternyata berkaitan dengan skor kalsium jantung, penanda dini penumpukan kalsium di pembuluh darah koroner kita.

Apa Itu Skor Kalsium (Calcium Score)?
Skor kalsium jantung, atau coronary artery calcium score (CAC score), adalah angka hasil pemindaian CT yang mengukur seberapa banyak endapan kalsium menumpuk di dinding pembuluh darah koroner — pembuluh yang memberi suplai darah ke otot jantung. Metode penghitungannya (dikenal sebagai Agatston score) pertama kali diperkenalkan tahun 1990 dan sampai sekarang masih jadi standar di dunia kedokteran untuk menilai risiko penyakit jantung secara dini, bahkan sebelum muncul gejala apa pun (Agatston dkk., 1990, PMID: 2407762).
Semakin tinggi skornya, semakin banyak plak kalsium yang sudah terbentuk — dan ini jadi salah satu penanda paling awal dari proses aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah).
Kenapa Ilmuwan Mulai Menghubungkan Polusi dengan Skor Kalsium?
Polusi udara, khususnya partikel halus PM2.5 (partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer, cukup kecil untuk masuk jauh ke saluran napas dan aliran darah), sudah lama dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular secara umum. Yang jadi pertanyaan besar bertahun-tahun: lewat jalur apa sebenarnya polusi ini "sampai" ke jantung? Salah satu jawaban yang makin banyak didukung riset adalah lewat percepatan penumpukan kalsium di pembuluh koroner — dengan kata lain, lewat skor kalsium itu sendiri.
Mekanisme: Bagaimana Partikel Polusi Bisa Memengaruhi Pembuluh Darah
Secara biologis, prosesnya sudah mulai dipetakan cukup rinci. Review dari Ding dan koleganya (2024) menyusun kerangka jalur dampak buruk (adverse outcome pathway) partikel PM2.5 terhadap kalsifikasi pembuluh darah: paparan PM2.5 memicu pembentukan reactive oxygen species (ROS) sebagai pemicu awal, yang kemudian menjalar jadi stres oksidatif, peradangan, stres pada retikulum endoplasma sel, dan gangguan autofagi — mulai dari level sel sampai jaringan. Rangkaian proses inilah yang pada akhirnya berkaitan dengan meningkatnya kalsifikasi pembuluh darah dan aterosklerosis (Ding R, dkk., 2024, PMID: 38636937). Jalur stres oksidatif ini bukan hal baru dalam pembahasan kesehatan pembuluh darah — peran antioksidan dalam melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas juga relevan di sini, termasuk radikal bebas yang dipicu oleh polusi udara.
Review lain dari Seneviratne dan Miller (2025) merangkum bagaimana polusi udara berkaitan dengan berbagai penanda aterosklerosis — mulai dari penebalan dinding arteri karotis, kalsifikasi arteri koroner, sampai kalsifikasi aorta — dan menegaskan bahwa efek akut maupun kronis dari polusi udara berpotensi memperburuk hampir semua tahap perjalanan penyakit aterosklerosis (Seneviratne AN & Miller MR, 2025, PMID: 40411956).
Bukti dari Studi-Studi Besar di Berbagai Negara
Ini bagian yang paling banyak digarap secara epidemiologis — dan sebarannya luas, dari Amerika, Eropa, sampai Asia:
- Amerika Serikat (MESA Air, 2016): Studi kohort 10 tahun terhadap 6.795
orang di 6 kota metropolitan AS menemukan, setiap kenaikan 5 µg/m³ PM2.5, skor kalsium koroner bertambah rata-rata 4,1 satuan Agatston per tahun. Untuk NOx (polutan terkait lalu lintas), setiap kenaikan 40 ppb berkaitan dengan pertambahan 4,8 satuan per tahun. Studi ini secara eksplisit menyebut temuannya "konsisten dengan percepatan aterosklerosis" (Kaufman JD, dkk., 2016, PMID: 27233746).
- Jerman (Heinz Nixdorf Recall Study, 2007): Pada 4.494 peserta,
tinggal dalam radius 50 meter dari jalan besar berkaitan dengan skor kalsium tinggi 63% lebih sering dibanding yang tinggal lebih dari 200 meter dari jalan besar (Hoffmann B, dkk., 2007, PMID: 17638927).
- Korea Selatan (2022): Pada 3.127 orang yang menjalani CT jantung
berulang, semakin besar akumulasi paparan PM2.5, semakin cepat skor kalsium naik — bahkan dampaknya, menurut analisis random forest studi ini, lebih besar dibanding faktor risiko kardiovaskular tradisional seperti yang biasa jadi fokus utama (Lee H, dkk., 2022, PMID: 34893453).
- Tiongkok (2019): Studi terhadap 8.867 pasien menemukan tiap kenaikan
30 µg/m³ PM2.5 berkaitan dengan kenaikan skor kalsium sebesar 27,2%. Kaitan ini lebih kuat lagi pada laki-laki, lansia, dan penderita diabetes — sejalan dengan pembahasan hubungan diabetes dengan penyakit jantung sebagai faktor risiko independen yang bisa memperkuat dampak faktor risiko lain (Wang M, dkk., 2019, PMID: 31251382).
- Australia (2020): Menariknya, bahkan di level polusi yang tergolong
rendah menurut standar dunia (median PM2.5 hanya 6,9 µg/m³), tetap ditemukan kaitan dengan skor kalsium tinggi pada orang dewasa tanpa gejala penyakit jantung sama sekali (Huynh Q, dkk., 2020, PMID: 32356862).
Tidak Semua Studi Menemukan Kaitan yang Sama Kuat
Bagian ini penting supaya gambarannya jujur dan tidak berat sebelah. Dua studi Eropa terbaru justru menunjukkan hasil yang lebih hati-hati:
- Studi DANCAVAS di Denmark (2026) pada lebih dari 12.000 pria menemukan
kaitan antara PM2.5 dan keberadaan kalsium (skor dari 0 ke ada), tapi tidak menemukan kaitan yang konsisten dengan tingkat keparahan skor yang sudah tinggi. Penelitinya sendiri menyimpulkan efeknya "sederhana" dan perlu ditafsirkan hati-hati (Mohamed RA, dkk., 2026, PMID: 41140071).
- Studi SCAPIS di Swedia (2022) pada populasi dengan paparan polusi yang
sudah rendah (rata-rata PM2.5 8,5 µg/m³) tidak menemukan kaitan yang konsisten antara PM2.5 total dan skor kalsium, meski kaitan tetap terlihat khusus untuk polutan terkait lalu lintas (Kilbo Edlund K, dkk., 2022, PMID: 35868579).
Pola ini masuk akal: di negara dengan udara yang sudah relatif bersih, efek tambahannya jadi lebih kecil dan lebih sulit dideteksi secara statistik. Tapi arah hubungannya tetap konsisten di hampir semua studi — makin tinggi paparan polusi, makin besar kemungkinan skor kalsium ikut naik — hanya besarnya efek yang bervariasi tergantung level polusi dasar di masing-masing wilayah.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Karena ini soal paparan lingkungan, bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa dikendalikan individu, langkah yang realistis adalah mengurangi paparan di titik-titik yang bisa dikontrol:
- Pantau indeks kualitas udara (AQI) harian di kota tempat tinggal,
terutama sebelum beraktivitas berat di luar ruangan.
- Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat kualitas udara sedang
buruk.
- Perhatikan ventilasi dan kebersihan udara di dalam ruangan, terutama
kalau tinggal di dekat jalan besar atau kawasan padat kendaraan.
- Tetap jaga faktor risiko kardiovaskular lain yang bisa dikendalikan —
termasuk tekanan darah tinggi yang membebani kerja jantung dan pembuluh darah, gula darah, dan pola makan — sebagai langkah pelengkap, dan diskusikan kondisi kesehatan pribadi dengan dokter.
Kesimpulan
Skor kalsium jantung adalah penanda dini penumpukan plak di pembuluh koroner, dan sejumlah studi besar di Amerika, Eropa, dan Asia menunjukkan paparan polusi udara jangka panjang — terutama PM2.5 dan polutan terkait lalu lintas — berkaitan dengan peningkatan skor ini, kemungkinan lewat jalur stres oksidatif dan peradangan pembuluh darah. Kekuatan kaitannya memang bervariasi antar populasi dan level polusi dasar masing-masing wilayah, tapi arahnya konsisten: udara yang lebih bersih berkaitan dengan jantung yang lebih terlindungi.
- nama: "Agatston AS, dkk., J Am Coll Cardiol 1990"
- nama: "Kaufman JD, dkk. (MESA Air), Lancet 2016"
- nama: "Hoffmann B, dkk. (Heinz Nixdorf Recall Study), Circulation 2007"
- nama: "Lee H, dkk., J Cardiovasc Comput Tomogr 2022"
- nama: "Wang M, dkk., JAMA Netw Open 2019"
- nama: "Huynh Q, dkk., Eur Heart J Cardiovasc Imaging 2020"
- nama: "Mohamed RA, dkk. (DANCAVAS), Eur J Prev Cardiol 2026"
- nama: "Kilbo Edlund K, dkk. (SCAPIS Gothenburg), Environ Res 2022"
- nama: "Ding R, dkk., Cardiovasc Res 2024"
- nama: "Seneviratne AN, Miller MR, Atherosclerosis 2025"
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat rutin, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.


