Jantung & Sirkulasi

Stroke dan Serangan Jantung, Emang Ada Hubungannya?

Dua penyakit yang kelihatan beda organ ini ternyata sering berakar dari masalah pembuluh darah yang sama: plak yang menumpuk lalu pecah.

Oleh Tim BioProargi4 menit baca
Ruang rawat rumah sakit dengan pasien terbaring di ranjang, monitor menampilkan citra CT scan otak dan rekaman EKG, menggambarkan pemantauan medis untuk stroke dan serangan jantung

Dua Penyakit, Satu Tersangka Utama

Stroke sering dianggap "penyakit otak" dan serangan jantung "penyakit jantung" — seolah dua hal yang nggak ada hubungannya. Padahal kalau ditelusuri sampai ke akar, keduanya sering lahir dari masalah yang persis sama: pembuluh darah yang tersumbat oleh plak. Bedanya cuma di mana sumbatan itu terjadi.

Mengenal Aterosklerosis, Biang Keladinya

Aterosklerosis adalah proses penumpukan plak — campuran lemak, kolesterol, sel radang, dan jaringan ikat — di dinding pembuluh darah arteri. Proses ini berjalan pelan-pelan, bisa bertahun-tahun, dan awalnya nyaris tanpa gejala. Plak yang menumpuk membuat pembuluh darah menyempit dan kehilangan kelenturannya (Fan & Watanabe, 2022).

Yang membuat aterosklerosis "diam-diam berbahaya" adalah sifatnya yang progresif. Seseorang bisa membawa plak di pembuluh darahnya selama puluhan tahun tanpa merasakan apa pun, karena tubuh masih bisa mengompensasi penyempitan yang terjadi secara bertahap. Masalah baru terasa ketika penyempitan sudah signifikan, atau ketika plak yang selama ini "diam" tiba-tiba pecah.

Kenapa Bisa Menyerang Otak Maupun Jantung

Arteri yang membawa darah ke otak (karotis dan serebral) dan arteri yang memberi makan otot jantung (koroner) sama-sama rawan kena aterosklerosis, karena mekanisme pembentukan plaknya memang sama di seluruh sistem pembuluh darah tubuh. Kalau plak terbentuk di arteri otak, hasilnya bisa jadi stroke. Kalau di arteri koroner, hasilnya bisa jadi serangan jantung (Libby, 2021).

Titik Kritis: Ketika Plak Pecah

Bahaya terbesar bukan cuma dari plak yang menyempitkan pembuluh, tapi dari plak yang tidak stabil dan bisa pecah. Ketika itu terjadi, tubuh bereaksi dengan membentuk gumpalan darah di lokasi tersebut. Gumpalan ini bisa menyumbat aliran darah secara mendadak — dan momen mendadak inilah yang berubah jadi serangan jantung atau stroke, tergantung lokasinya (Libby, 2021).

Peran Disfungsi Endotel di Baliknya

Lapisan sel tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah (endotel) punya peran penting menjaga aliran darah tetap lancar, salah satunya lewat produksi nitric oxide yang mengatur pelebaran pembuluh darah. Ketika endotel mengalami disfungsi — rusak atau kehilangan kemampuannya mengatur pelebaran pembuluh darah — proses ini ikut mempercepat pembentukan plak di lokasi tersebut (Xu dkk, 2021). Disfungsi endotel jadi salah satu titik awal yang menghubungkan banyak faktor risiko kardiovaskular pada satu jalur yang sama.

Menariknya, disfungsi endotel ini nggak terjadi hanya di satu titik pembuluh darah saja. Karena endotel melapisi seluruh sistem peredaran darah, gangguan pada fungsinya cenderung bersifat sistemik — artinya kalau ditemukan tanda disfungsi endotel di satu area (misalnya pembuluh darah tungkai), ada kemungkinan proses serupa juga sedang berlangsung di arteri otak maupun jantung.

Selain penumpukan lemak, penelitian dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa peradangan kronis tingkat rendah ikut berperan besar sepanjang proses aterosklerosis — mulai dari pembentukan plak, membuatnya jadi tidak stabil, sampai memicu plak tersebut pecah (Libby, 2021). Peradangan ini bukan peradangan akut seperti saat luka atau infeksi, melainkan proses yang berjalan pelan di dalam dinding pembuluh darah, sering kali tanpa disadari. Salah satu jalur yang ikut membantu meredam proses ini adalah peran antioksidan dalam melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas yang menyertai peradangan tersebut.

Faktor Risiko yang Berlaku untuk Keduanya

Karena akarnya sama, faktor risiko untuk stroke dan serangan jantung juga banyak yang tumpang tindih: tekanan darah tinggi yang membebani kerja jantung dan pembuluh darah, kadar kolesterol yang tidak terkontrol, kebiasaan merokok, kurang gerak, dan peradangan kronis dalam tubuh. Seseorang yang berisiko tinggi kena serangan jantung, pada dasarnya juga membawa risiko yang mirip untuk stroke, begitu pula sebaliknya.

Ini juga berarti langkah-langkah untuk mengelola faktor risiko tersebut — memantau tekanan darah, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari kebiasaan yang merusak pembuluh darah — memberi manfaat ganda. Satu langkah pencegahan yang konsisten berpotensi menurunkan risiko di dua sisi sekaligus, bukan cuma melindungi satu organ saja.

Kenapa Ini Penting Diketahui

Memahami bahwa dua kondisi ini berbagi akar masalah yang sama berarti langkah menjaga kesehatan pembuluh darah nggak bisa dipisah-pisah per organ. Merawat pembuluh darah secara menyeluruh — bukan cuma fokus ke "jantung" atau "otak" saja — adalah pendekatan yang lebih masuk akal secara biologis.

Ini juga menjelaskan kenapa orang yang pernah kena serangan jantung punya risiko lebih besar mengalami stroke di kemudian hari, dan sebaliknya. Bukan karena satu penyakit "menular" ke organ lain, tapi karena kondisi pembuluh darah yang mendasari keduanya memang sama-sama sedang bermasalah. Dokter sering melihat riwayat satu kondisi sebagai sinyal untuk waspada terhadap kondisi yang satunya.

Kesimpulan

Stroke dan serangan jantung memang menyerang organ yang berbeda, tapi keduanya sering kali adalah dua wajah dari masalah yang sama: aterosklerosis yang berujung pada plak yang pecah dan menyumbat aliran darah. Memahami hubungan ini membantu kita melihat kesehatan pembuluh darah sebagai satu sistem yang saling terkait, bukan organ yang berdiri sendiri-sendiri.

Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan saran dokter. Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sedang hamil, menyusui, atau mengonsumsi obat rutin, konsultasikan dulu dengan tenaga kesehatan.

Tentang penulis

Tim BioProargi adalah tim redaksi Jurnal Sehat BioProargi yang dipimpin Fenty Bahar, konsultan kesehatan dan distributor independen Synergy WorldWide. Setiap artikel disusun dari sumber tepercaya dan diperiksa sebelum terbit. Cara kami menulis & meninjau artikel.

Konsultasikan kesehatanmu sekarang!